Selasa, 05 Maret 2024

BAB 1 AWAL DARI KEJAYAAN KEKAISARAN REQUIEM

Pada abad ke-23 merupakan kebangkitan dari Kekaisaran Requiem, Kekaisaran Requiem merupakan kesatuan politik yang dibentuk dengan menghancurkan negara yang berbentuk Republik dan Federasi dan menjadikannya sebagai wilayahnya sendiri. Kekaisaran ini dibentuk karena kerakusan dari salah satu petingginya untuk menguasai seluruh wilayah yang ada di dunia. Dengan adanya Kekaisaran, banyak manusia yang tinggal di dalamnya miskin dan kelaparan sedangkan petinggi di Kekaisaran mendapatkan banyak harta berharga dan upeti yang dihasilkan dari menghancurkan beberapa negara.

Kekaisaran ini disebut Requiem disebabkan karena Kekaisaran Requiem dibentuk atas pengorbanan-pengorbanan yang dilakukan oleh Negara bagian utara untuk mempertahankan wilayah mereka masing-masing dari ancaman negara yang memberontak untuk berdamai. Requiem ini awalnya diusulkan oleh salah satu petinggi di negara wilayah utara, mereka beranggapan bahwa Kekaisaran ini pada awalnya merupakan teroterial wilayah tertutup dan memiliki pemerintahan mutlak yang hanya dikuasai oleh Kaisar seorang.

   Tora Marusu merupakan anak sebatang kara, dia ditinggalkan oleh kedua orang tuanya karena pergi berperang untuk melakukan perlawanan terhadap Kekaisaran Requiem. Tora diperbudak oleh Kekaisaran untuk membuat markas pertahanan militer, tanpa upah sedikitpun. Walaupun dia bekerja sangat keras tetapi orang dari Kekaisaran hanya memberikan Tora makanan satu kali dalam tiga hari. Tora sama sekali tidak memiliki semangat hidup, tanpa adanya teman dan orang tua disampingnya.. Dia hidup sendiri di sebuah Kekaisaran yang tidak memanusiakan seorang manusia.

   Waktu terus berjalan,tepatnya pada 16 September 2313. Tora saat ini sudah berumur 18 tahun.. Sudah waktunya dia berpindah profesi sebagai tentara Kekaisaran. Banyak yang sudah terjadi saat dia diperbudak oleh orang dari Kekaisaran, dan sekarang titik fokus bagi Tora adalah untuk melakukan pembalasan terhadap apa yang sudah dilakukan oleh Kekaisaran terhadap orang tua dan tanah air-nya.

   Saat Tora dalam masa pertumbuhan dia menyadari beberapa hal yang janggal dalam melakukan kesehariannya.. Seperti orang tuanya yang hilang begitu saja tanpa ada kabar sedikitpun dan berubahnya tatanan negara yang sebelumnya indah, nyaman dan elok sekarang berubah menjadi tempat dimana banyaknya pemabuk dan asap pabrik senjata. Disaat itu dia tersadar bahwa Republik Veros, negara yang dia tinggal sudah dihancurkan oleh Kekaisaran.

   Pada awalnya, Republik Veros merupakan Republik yang terletak di Benua Zagros, Benua ini berada di bagian Utara dari Benua Berius yang merupakan tempat dimana Kekaisaran Requiem dibentuk. Sebelum datangnya Kekaisaran, Republik Veros adalah negara yang aman, damai, dan tentram. Di dalam Republik sama sekali tidak ada kasus korupsi yang dilakukan oleh pemerintahan, uang pajak semuanya diberikan kembali untuk kepentingan semua rakyat-nya.. Ayah dari Tora merupakan kepercayaan pemerintah untuk melindungi Republik Veros, Dia diberikan tugas yang sangat mulia yaitu menjadi Jenderal Militer.

   Alasan Ayah Tora dilantik menjadi Jenderal Militer, karena dia melindungi Presiden saat ada penyerangan berencana pembunuhan Presiden dari Republik Veros. Penyerangan berencana itu banyak memakan korban jiwa, termasuk rakyat sipil dan juga prajurit Militer, akan tetapi Ayah Tora bersikeras untuk melindungi Presiden dari penyerangan berencana itu walaupun nyawa dia adalah taruhannya. Dan penyerangan itu disebut dengan “Warrior Sacrifice” atau juga pengorbanan prajurit.

   Pada 22 Februari 2295, adalah hari dimana rapat Internasional dilakukan. Banyak negara-negara Republik dan Federasi ikut berkumpul dalam rapat itu, hampir dari seluruh negara datang kesana untuk membahas tentang Kekaisaran yang baru-baru ini sering membuat ulah kepada negara mereka masing-masing.

Banyak kontra yang terjadi dalam rapat tersebut, bahkan tidak ada sama sekali yang Pro terhadap Kekaisaran itu. Beberapa negara mengaku pernah kehilangan rakyatnya karena ulah dari Kekaisaran yang mendeklarasikan perang terhadap negaranya, ibaratkan menyandera manusia untuk membuat kontroversi dalam suatu negara.

“Banyak manusia yang telah kehilangan nyawa-nya di negaraku, akibat dari deklarasi perang oleh Kekaisaran. AKU HANYA INGIN MENYAMPAIKAN BAHWA KITA SEMUA HARUS BERSATU UNTUK MENGHANCURKAN KEKAISARAN BERSAMA”

Orang yang mengatakan itu adalah Pemimpin Negara Federasi Akuros yang berada di bagian Selatan Republik Veros. Beliau mengajak semua petinggi negara untuk menyatukan kekuatan militer mereka demi melawan Kekaisaran yang membuat semena-mena.

   Berbagai pendapat pun dilontarkan dari beberapa petinggi negara, mereka semua setuju dengan usulan dari Pemimpin Negara Federasi Akuros. Menurut semua Petinggi yang ada di dalam rapat Internasional tersebut, langkah awal dengan menghancurkan Kekaisaran lebih baik daripada berdiam saja melihat rakyatnya diteror oleh Kekaisaran.

“Aku setuju dengan pendapatmu, Pemimpin Negara Federasi Akuros. Daripada kita memusingkan hal yang tidak penting, lebih baik kita berfokus kepada Kekasiaran. Mereka sudah seenaknya mengganggu kenyamanan Rakyat kita semua, karena pada dasarnya suatu negara dibentuk untuk mensejahterakan rakyatnya. Itu sudah merupakan tugas dari seorang petinggi negara seperti kita”

Presiden dari Verus yang mengatakan hal tersebut, dia mengatakan hal yang menurut dia benar dan tepat dalam situasi yang kritis seperti sekarang.

Beberapa saat kemudian, terdengar alarm yang berbunyi sebanyak 5 kali. Menandakan bahwa ada penyerangan dari luar gedung rapat Internasional.

Ternyata itu merupakan Pesawat Militer dari Kekaisaran yang hendak melancarkan serangan ke dalam gedung rapat Internasional. Tak hanya satu tetapi ada 10 Pesawat yang dikirim dari Kekaisaran. Pesawat Kekaisaran itu membawa peluru yang sangat besar, dan skala ledakannya setara dengan nuklir.

“Pak Presiden, apakah Anda baik-baik saja?”

Tanya Ayah Tora sambil melihat Pak Presiden yang bersembunyi dibalik lemari karena suara bom dari luar ruangan.

“Aku baik-baik saja, ada apa ini? Apakah ada penyerangan dari luar sana?”

Presiden binggung, mengapa ada penyerangan saat ada rapat Internasional dari berbagai negara Federasi dan Republik, padahal kemanan disana sangat ketat sehingga tidak mungkin ada sebuah penyerangan bersekala besar sampai menghancurkan seluruh isi gedung

“Terdapat sebuah bom berskala nuklir didaerah sini pak, sebaiknya Anda cepat pergi dari sini. Sebelum bom itu dilemparkan ke dalam ruangan”

Ayah Tora pun langsung mengantarkan Presiden sambil memegang senjatanya.

“Kesini Pak, akan saya antarkan ke tempat yang lebih aman dari wilayah pengeboman”

Dalam perjalanan mengatarkan Presiden, Ayah Tora bertemu dengan beberapa tentara bayaran. Tentara bayaran itu masih belum diketahui identitasnya dan apa tujuan dibalik-nya. Ayah Tora hanya mengira bahwa, tidak mungkin ada orang lain yang selamat dari pengeboman bersekala besar ini, sehingga tidak akan ada pertolongan secepat ini dari luar kecuali pihak pengeboman. Ternyata tentara bayaran itu adalah orang suruhan dari Kekaisaran untuk kontroversi antar negara, banyak petinggi negara mati disana akibat dari pengeboman.

“Siapa kau ini, apa tujuanmu datang kemari? Katakan kode militer-mu”

Tanya Ayah Tora sambil terengah-engah membawa Presiden dengan lelahnya melihat tentara bayaran yang terlihat tanpa luka.

“Aku adalah... orang suruhan dari Kekaisaran Requiem, tujuanku datang kemari yaitu ingin memastikan bahwa semua orang yang ada di dalam gedung rapat Internasional semuanya mati. Tetapi Aku terheran mengapa ada dua orang manusia yang selamat dari pengeboman yang begitu dahsyat yang bahkan terasa sampai 1km dari lokasi pengeboman”

Tentara bayaran itu mengakui jika dirinya adalah orang suruhan dari Kekaisaran, Padahal disitu Ayah Tora sangat bersiap dengan senjata yang berada di tangan-nya.

‘Ayah Tora langsung menodongkan senjatanya kepada Tentara bayaran, senjata itu sudah terisi peluru & bersiap menarik pelatuk penahan peluru dengan mengarahkan-nya kepada Tentara bayaran.’

Namun disaat itu, Ayah Tora kalah cepat dengan-nya, Tentara bayaran tersebut langsung menembak kaki Ayah Tora dengan sangat cepat. Refleksi Tentara bayaran merupakan tercepat dalam melakukan perlawanan yang dilakukan oleh Ayah Tora, tetapi ia tidak menyerah begitu saja. Dia langsung mengambil peluru dari dalam tubuhnya dengan jari jemari nya yang besar, sambil menahan rasa sakit sekaligus menutup pendarahan dengan kain dari baju Tentara militer dilokasi pengeboman. Dia dengan sergap menembak Tentara bayaran itu tepat ditengah kepalanya, dengan gagahnya Ayah Tora bangkit dari tembakan Tentara bayaran itu.

Presiden berkata “Kau sangat keren, Prajurit Militer.. Prajurit sepertimu tidak seharusnya berada dipangkat rendah, mulai saat ini kau akan menjadi Jenderal yang memimpin seluruh tentara yang ada di Republik Veros untuk selanjutnya.”

“Sudah sewajarnya bagi Prajurit Militer Republik Veros, untuk melindungi anda pak. Saya akan bertanggung jawab atas apa yang pak Presiden percayakan kepada saya, mulai saat ini juga saya akan menerima jabatan saya sebagai Jenderal yang akan memimpin seluruh tentara yang ada di Republik Veros.”

Ucap Ayah Tora dengan tersedu bahwa ia telah menerima jabatan sebagai Jenderal Militer, Mereka pun kembali ke Republik Veros dengan bangga bersama Presiden.. Sejak saat itulah insiden melegenda “Warrior Sacrifice” itu banyak dikenal oleh masyarakat sebagai insiden “Pengorbanan Prajurit” yang terjadi saat 22 Februari Tahun 2295.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB 3 AWAL PEPERANGAN “THE MOST HISTORICAL WAR”

Satu minggu setelah pembentukan dari divisi Federasi Dunia, Kekaisaran pun melakukan pergerakan dengan mengirim puluhan ribu pasukan dan 100...