Pada abad ke-23 merupakan kebangkitan dari
Kekaisaran Requiem, Kekaisaran Requiem merupakan kesatuan politik yang dibentuk
dengan menghancurkan negara yang berbentuk Republik dan Federasi dan menjadikannya
sebagai wilayahnya sendiri. Kekaisaran ini dibentuk karena kerakusan dari salah
satu petingginya untuk menguasai seluruh wilayah yang ada di dunia. Dengan
adanya Kekaisaran, banyak manusia yang tinggal di dalamnya miskin dan kelaparan
sedangkan petinggi di Kekaisaran mendapatkan banyak harta berharga dan upeti
yang dihasilkan dari menghancurkan beberapa negara.
Kekaisaran
ini disebut Requiem disebabkan karena Kekaisaran Requiem dibentuk atas
pengorbanan-pengorbanan yang dilakukan oleh Negara bagian utara untuk
mempertahankan wilayah mereka masing-masing dari ancaman negara yang
memberontak untuk berdamai. Requiem ini awalnya diusulkan oleh salah satu
petinggi di negara wilayah utara, mereka beranggapan bahwa Kekaisaran ini pada
awalnya merupakan teroterial wilayah tertutup dan memiliki pemerintahan mutlak
yang hanya dikuasai oleh Kaisar seorang.
Tora Marusu merupakan anak sebatang kara,
dia ditinggalkan oleh kedua orang tuanya karena pergi berperang untuk melakukan
perlawanan terhadap Kekaisaran Requiem. Tora diperbudak oleh Kekaisaran untuk
membuat markas pertahanan militer, tanpa upah sedikitpun. Walaupun dia bekerja
sangat keras tetapi orang dari Kekaisaran hanya memberikan Tora makanan satu
kali dalam tiga hari. Tora sama sekali tidak memiliki semangat hidup, tanpa
adanya teman dan orang tua disampingnya.. Dia hidup sendiri di sebuah Kekaisaran
yang tidak memanusiakan seorang manusia.
Waktu terus berjalan,tepatnya pada 16
September 2313. Tora saat ini sudah berumur 18 tahun.. Sudah waktunya dia
berpindah profesi sebagai tentara Kekaisaran. Banyak yang sudah terjadi saat
dia diperbudak oleh orang dari Kekaisaran, dan sekarang titik fokus bagi Tora
adalah untuk melakukan pembalasan terhadap apa yang sudah dilakukan oleh Kekaisaran
terhadap orang tua dan tanah air-nya.
Saat Tora dalam masa pertumbuhan dia
menyadari beberapa hal yang janggal dalam melakukan kesehariannya.. Seperti
orang tuanya yang hilang begitu saja tanpa ada kabar sedikitpun dan berubahnya
tatanan negara yang sebelumnya indah, nyaman dan elok sekarang berubah menjadi
tempat dimana banyaknya pemabuk dan asap pabrik senjata. Disaat itu dia
tersadar bahwa Republik Veros, negara yang dia tinggal sudah dihancurkan oleh
Kekaisaran.
Pada awalnya, Republik Veros merupakan
Republik yang terletak di Benua Zagros, Benua ini berada di bagian Utara dari
Benua Berius yang merupakan tempat dimana Kekaisaran Requiem dibentuk. Sebelum
datangnya Kekaisaran, Republik Veros adalah negara yang aman, damai, dan tentram.
Di dalam Republik sama sekali tidak ada kasus korupsi yang dilakukan oleh
pemerintahan, uang pajak semuanya diberikan kembali untuk kepentingan semua
rakyat-nya.. Ayah dari Tora merupakan kepercayaan pemerintah untuk melindungi
Republik Veros, Dia diberikan tugas yang sangat mulia yaitu menjadi Jenderal
Militer.
Alasan Ayah Tora dilantik menjadi Jenderal
Militer, karena dia melindungi Presiden saat ada penyerangan berencana
pembunuhan Presiden dari Republik Veros. Penyerangan berencana itu banyak
memakan korban jiwa, termasuk rakyat sipil dan juga prajurit Militer, akan
tetapi Ayah Tora bersikeras untuk melindungi Presiden dari penyerangan
berencana itu walaupun nyawa dia adalah taruhannya. Dan penyerangan itu disebut
dengan “Warrior Sacrifice” atau juga pengorbanan prajurit.
Pada 22 Februari 2295, adalah hari dimana
rapat Internasional dilakukan. Banyak negara-negara Republik dan Federasi ikut
berkumpul dalam rapat itu, hampir dari seluruh negara datang kesana untuk
membahas tentang Kekaisaran yang baru-baru ini sering membuat ulah kepada
negara mereka masing-masing.
Banyak
kontra yang terjadi dalam rapat tersebut, bahkan tidak ada sama sekali yang Pro
terhadap Kekaisaran itu. Beberapa negara mengaku pernah kehilangan rakyatnya
karena ulah dari Kekaisaran yang mendeklarasikan perang terhadap negaranya,
ibaratkan menyandera manusia untuk membuat kontroversi dalam suatu negara.
“Banyak
manusia yang telah kehilangan nyawa-nya di negaraku, akibat dari deklarasi
perang oleh Kekaisaran. AKU HANYA INGIN MENYAMPAIKAN BAHWA KITA SEMUA HARUS
BERSATU UNTUK MENGHANCURKAN KEKAISARAN BERSAMA”
Orang
yang mengatakan itu adalah Pemimpin Negara Federasi Akuros yang berada di bagian
Selatan Republik Veros. Beliau mengajak semua petinggi negara untuk menyatukan kekuatan
militer mereka demi melawan Kekaisaran yang membuat semena-mena.
Berbagai pendapat pun dilontarkan dari
beberapa petinggi negara, mereka semua setuju dengan usulan dari Pemimpin
Negara Federasi Akuros. Menurut semua Petinggi yang ada di dalam rapat
Internasional tersebut, langkah awal dengan menghancurkan Kekaisaran lebih baik
daripada berdiam saja melihat rakyatnya diteror oleh Kekaisaran.
“Aku
setuju dengan pendapatmu, Pemimpin Negara Federasi Akuros. Daripada kita
memusingkan hal yang tidak penting, lebih baik kita berfokus kepada Kekasiaran.
Mereka sudah seenaknya mengganggu kenyamanan Rakyat kita semua, karena pada
dasarnya suatu negara dibentuk untuk mensejahterakan rakyatnya. Itu sudah
merupakan tugas dari seorang petinggi negara seperti kita”
Presiden
dari Verus yang mengatakan hal tersebut, dia mengatakan hal yang menurut dia
benar dan tepat dalam situasi yang kritis seperti sekarang.
Beberapa
saat kemudian, terdengar alarm yang berbunyi sebanyak 5 kali. Menandakan bahwa
ada penyerangan dari luar gedung rapat Internasional.
Ternyata
itu merupakan Pesawat Militer dari Kekaisaran yang hendak melancarkan serangan
ke dalam gedung rapat Internasional. Tak hanya satu tetapi ada 10 Pesawat yang
dikirim dari Kekaisaran. Pesawat Kekaisaran itu membawa peluru yang sangat
besar, dan skala ledakannya setara dengan nuklir.
“Pak
Presiden, apakah Anda baik-baik saja?”
Tanya
Ayah Tora sambil melihat Pak Presiden yang bersembunyi dibalik lemari karena
suara bom dari luar ruangan.
“Aku
baik-baik saja, ada apa ini? Apakah ada penyerangan dari luar sana?”
Presiden
binggung, mengapa ada penyerangan saat ada rapat Internasional dari berbagai
negara Federasi dan Republik, padahal kemanan disana sangat ketat sehingga
tidak mungkin ada sebuah penyerangan bersekala besar sampai menghancurkan
seluruh isi gedung
“Terdapat
sebuah bom berskala nuklir didaerah sini pak, sebaiknya Anda cepat pergi dari
sini. Sebelum bom itu dilemparkan ke dalam ruangan”
Ayah
Tora pun langsung mengantarkan Presiden sambil memegang senjatanya.
“Kesini
Pak, akan saya antarkan ke tempat yang lebih aman dari wilayah pengeboman”
Dalam
perjalanan mengatarkan Presiden, Ayah Tora bertemu dengan beberapa tentara
bayaran. Tentara bayaran itu masih belum diketahui identitasnya dan apa tujuan
dibalik-nya. Ayah Tora hanya mengira bahwa, tidak mungkin ada orang lain yang
selamat dari pengeboman bersekala besar ini, sehingga tidak akan ada
pertolongan secepat ini dari luar kecuali pihak pengeboman. Ternyata tentara
bayaran itu adalah orang suruhan dari Kekaisaran untuk kontroversi antar
negara, banyak petinggi negara mati disana akibat dari pengeboman.
“Siapa
kau ini, apa tujuanmu datang kemari? Katakan kode militer-mu”
Tanya
Ayah Tora sambil terengah-engah membawa Presiden dengan lelahnya melihat
tentara bayaran yang terlihat tanpa luka.
“Aku
adalah... orang suruhan dari Kekaisaran Requiem, tujuanku datang kemari yaitu
ingin memastikan bahwa semua orang yang ada di dalam gedung rapat Internasional
semuanya mati. Tetapi Aku terheran mengapa ada dua orang manusia yang selamat
dari pengeboman yang begitu dahsyat yang bahkan terasa sampai 1km dari lokasi
pengeboman”
Tentara
bayaran itu mengakui jika dirinya adalah orang suruhan dari Kekaisaran, Padahal
disitu Ayah Tora sangat bersiap dengan senjata yang berada di tangan-nya.
‘Ayah
Tora langsung menodongkan senjatanya kepada Tentara bayaran, senjata itu sudah
terisi peluru & bersiap menarik pelatuk penahan peluru dengan
mengarahkan-nya kepada Tentara bayaran.’
Namun
disaat itu, Ayah Tora kalah cepat dengan-nya, Tentara bayaran tersebut langsung
menembak kaki Ayah Tora dengan sangat cepat. Refleksi Tentara bayaran merupakan
tercepat dalam melakukan perlawanan yang dilakukan oleh Ayah Tora, tetapi ia
tidak menyerah begitu saja. Dia langsung mengambil peluru dari dalam tubuhnya
dengan jari jemari nya yang besar, sambil menahan rasa sakit sekaligus menutup
pendarahan dengan kain dari baju Tentara militer dilokasi pengeboman. Dia
dengan sergap menembak Tentara bayaran itu tepat ditengah kepalanya, dengan
gagahnya Ayah Tora bangkit dari tembakan Tentara bayaran itu.
Presiden
berkata “Kau sangat keren, Prajurit Militer.. Prajurit sepertimu tidak
seharusnya berada dipangkat rendah, mulai saat ini kau akan menjadi Jenderal
yang memimpin seluruh tentara yang ada di Republik Veros untuk selanjutnya.”
“Sudah
sewajarnya bagi Prajurit Militer Republik Veros, untuk melindungi anda pak.
Saya akan bertanggung jawab atas apa yang pak Presiden percayakan kepada saya,
mulai saat ini juga saya akan menerima jabatan saya sebagai Jenderal yang akan
memimpin seluruh tentara yang ada di Republik Veros.”
Ucap
Ayah Tora dengan tersedu bahwa ia telah menerima jabatan sebagai Jenderal
Militer, Mereka pun kembali ke Republik Veros dengan bangga bersama Presiden..
Sejak saat itulah insiden melegenda “Warrior Sacrifice” itu banyak dikenal oleh
masyarakat sebagai insiden “Pengorbanan Prajurit” yang terjadi saat 22 Februari
Tahun 2295.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar